in ,

Sekarang Gatot Nurmantyo Puja Puji UU Cipta Kerja Omnibus Law, Ciut Nyali?

Sekarang Gatot Nurmantyo Puja Puji UU Cipta Kerja Omnibus Law, Ciut Nyali?

Meskipun hingga kini draft UU Cipta Kerja sudah final diserahkan ke Istana untuk ditindaklanjuti beberapa yang perlu disesuaikan, namun demonstrasi masih tetap terjadi seperti hari ini oleh mahasiswa.

Berbeda pendapat dan ungkapan dengan Gatot Numantyo, Mantan Panglima TNI Jenderal (purn) tersebu menilai jika adanya Omnibus Law Undang-Undang Cipta Kerja atau UU Cipta Kerja punya tujuan mulia.

Presidium Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) itu mengatakan jika keberadaan UU Cipta Kerja justru sangat dibutuhkan dalam memudahkan iklim investasi serta peningkatan lapangan kerja baru untuk masyarakat Indonesia.

“UU ini saya tahu tujuannya sangat mulia karena dengan demikian investasi akan datang, kemudian roda ekonomi berputar, ekspor banyak, pajak masuk banyak kembali lagi ke masyarakat sehingga sandang pangan papan bisa (terpenuhi),” kata Gatot saat diskusi di akun YouTube Refly Harun berjudul Curhat Gatot.

Gatot Nurmantyo menceritakan masa-masa dirinya masih menjabat sebagai Panglima TNI. Saat itu kata dia Presiden Joko Widodo tengah berfikir keras untuk meningkatkan investasi di Indonesia. Namun, di sisi lain banyak aturan yang tumpang tindih.

Melansir dari Warta Ekonomi dengan artikel berjudul “Puja-puji Omnibus Law Mulia, Nyali Jenderal Gatot Mulai Ciut?”, dari sana, kata Gatot, banyak investor yang khawatir dengan aturan yang tumpang tindih tersebut sehingga iklim investasi terhambat. Karena itu Omnibus Law menjadi solusi yang pas untuk memberikan kepastian bagi para pengusaha.

“Maka diperlukan satu UU yang merangkum semuanya menjadi UU yang birokrasinya lebih simpel, efisien, kemudian ada jaminan investasi kemudian apartur bersih akuntabel. Seorang pengusaha itu yang diperhatikan adalah kepastian hukum dan kepastian ke depannya,” ungkapnya.

Akan tetapi, kata Gatot, pelaksanaan pembentukan Omnibus Law sendiri yang dilakukan kurang terbuka dan senyap menimbulkan kecurigaan di masyarakat. Belum lagi sejumlah pasal yang dirasa memberatkan kelompok buruh.

“UU untuk meningkatkan investasi harus ada tetapi yang diatur ini kan ada pengusaha ada buruh. Nah aturan pengusaha dan buruh tidak boleh ada garis kaya mau perang, pemisah kemudian tidak boleh berat sebelah. Harusnya dilihat kita perlu pengusaha perlu buruh,” ungkap Gatot Nurmantyo.

Sebelumnya, jelas dan tegas bahwa Gatot Nurmantyo mengklarifikasi bahwa bukan KAMI yang dalangi aksi demo anarkis beberapa waktu lalu. Namun Gatot juga menambahkan bahwa KAMI tidak pernah melarang anggotanya yang ingin menyuarakan aksi penolakan atas nama pribadi.

Halaman: 1 2

Rekomendasi

Hanya Ditemui Stafsus Milenial Hari Ini, BEM SI Akan Kembali Gelar Aksi

Hanya Ditemui Stafsus Milenial Hari Ini, BEM SI Akan Kembali Gelar Aksi

Bicara Omnibus Law Cipta Kerja, Moeldoko: Mau Diajak Bahagia Saja Kok Susah Amat

Bicara Omnibus Law Cipta Kerja, Moeldoko: Mau Diajak Bahagia Saja Kok Susah Amat