in , ,

Puncak Demo Tolak Omnibus Law Cipta Kerja Akan Diikuti 25 Ribu Buruh Jatim

Puncak Demo Tolak Omnibus Law Cipta Kerja Akan Diikuti 25 Ribu Buruh Jatim

RUU Omnibus Law Cipta Kerja telah disahkan dalam rapat paripurna DPR, Senin (5/10). Buruh Jatim akan demo besar-besaran di Surabaya pada Kamis (8/10).

“Di Jatim tanggal 6 dan 7 kita serahkan ke pimpinan FSP (Federasi Serikat Pekerja) di kabupaten/kota masing-masing. Ada yang di pabrik masing-masing, ada yang di kantor bupati, ada yang di kawasan industri.

Puncaknya nanti tanggal 8 se-Jatim kumpul jadi satu,” kata Wakil Ketua Pengurus Dewan Wilayah Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (DPW FSPMI) Jatim, Nuruddin Hidayat saat dihubungi detikcom, Selasa (6/10/2020).

Ia yang akrab disapa Udin mengatakan, puncak demo tolak Omnibus Law di Surabaya akan dilakukan di dua titik.

Yakni di DPRD Jatim dan Kantor Gubernur Jatim. Puluhan ribu orang akan turun ke jalan, dan serentak menolak RUU Cipta Kerja yang telah disahkan. Bak dari serikat pekerja, mahasiswa hingga aktivis.

“25 ribu massa dikerahkan. Kita gabungan dari semua serikat pekerja di Jatim. Mahasiswa juga ikut turun, aktivis lingkungan juga. Karena Omnibus Law tidak hanya merugikan buruh tapi juga terkait klaster lain, merugikan lingkungan,” jelasnya.

Menurutnya, tuntutan yang dibawa hanya satu. Yakni tolak RUU Cipta Kerja yang kemarin disahkan. Di dalam RUU Omnibus Law dinilai ada banyak yang memberatkan para pekerja. Seperti menghilangkan UMK.

“Kalau RUU ini disahkan maka kemungkinan besar upahnya buruh bakal dipangkas 50 persen. Kontrak kerja seumur hidup yang awalnya ada batasan maksimal dan ada syaratnya, di dalam RUU ini tidak ada batasan.

Jadi dapat dipastikan teman-teman buruh kontrak kerja dapat seumur hidup dikontrak, kalau kontrak habis atau PHK tidak dapat pesangon. Makanya kita menolak itu,” urainya.

Untuk hari ini, FSPMI Surabaya akan berkeliling di kawasan SIER Rungkut Industri untuk mensosialisasikan Omnibus Law.

Halaman: 1 2

Rekomendasi

PBNU: Omnibus Law Ciptaker Sarat Kezaliman

PBNU: Omnibus Law Ciptaker Sarat Kezaliman

Efek Omnibus Law Terbatas: IHSG Gagal Bertahan di 5.000, Saham BCA Berjaya

Efek Omnibus Law Terbatas: IHSG Gagal Bertahan di 5.000, Saham BCA Berjaya