in ,

Komentari Pernyataan Jokowi Usai Demo UU Cipta Kerja, dr Tirta: Agak Telat

Komentari Pernyataan Jokowi Usai Demo UU Cipta Kerja, dr Tirta: Agak Telat

Aktivis kesehatan Tirta Mandira Hudhi alias dr Tirta turut angkat bicara terkait dengan munculnya pernyataan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengenai UU Cipta Kerja.

Pada laman Instagram pribadinya, @dr.tirta, ia mengunggah foto tangkapan layar dari unggahan Instagram @jokowi pada Sabtu (10/10/2020).

Unggahan pria lulusan UGM tersebut saat ini telah mendapat 89.583 ribu suka dan 2.792 ribu komentar dari warganet.

Pada unggahannya, ia menuliskan, “Akhirnya pak @jokowi muncul, dan beliau sendiri yg melakukan jumpa pers. Terimakasih pak presiden atas jumpa persnya.”

Pria berusia 29 tahun ini juga mengungkapkan bahwa dirinya agak menyayangkan, jumpa pers tersebut diadakan 24 jam setelah demo, sehingga dirasa cukup terlambat. Ia pun berharap, pernyataan pers yang dilakukan oleh Jokowi dapat menenangkan hati rakyat.

Selanjutnya, mantan dokter yang koni menjadi pengusaha jasa cuci sepatu ini menuliskan bahwa dirinya, yang didapuk sebagai salah satu relawan lapangan selama pandemi, turut membantu korban yang terluka selama demo.

Dokter Tirta kemudian memberikan tanggapannya sebagai WNI terhadap kebijakan pemerintah yang baru-baru ini menuai banyak kontra dari masyarakat.

View this post on Instagram

Akhirnya pak @jokowi muncul , dan beliau sendiri yg melakukan jumpa pers. Terimakasih pak presiden atas jumpa persnya. Walau dilakukan stelah 24 jam demo panas, yg menurut saya agak telat karena udah bonyok2 baik pendemo dan aparat, Semoga bisa menenangkan rakyat • Sebagai orng lapangan dan saya menyebar tim yg ngecek di beberapa kota, relawan edukasi selama pandemi, dan pelaku UMKM di bidang SEPATU • Dan turut ikut, dan membantu yg terluka • Izinkan saya memberi tanggapan sebagai wni pakde • 1. Konferensi pers yg dilakukan pak @jokowi ini, contoh komunikasi publik yg bagus. Tapi SAYANGNYA, dilakukan stelah demo dan ricuh . Penolakan dan issue omnibus sejatinya sudah ada sejak 5-6 bulan lalu. Karena “draft awal ruu “itu beredar luas sejak beberapa bulan lalu. Harusnya sejak saat itu, jubir pemerintah (ga perlu pakde) yg membuat klarifikasi penjelasan, jangan nunggu ada kericuhan baru klarifikasi. Tapi yowis telat gpp. Dripada ga sama sekali • 2. Di kala pandemi. Semua serba susah. Mahasiswa d rumah. Frustasi. Dan phk merajalela. Demo dan maraknya hoax, serta ditunggangi beberapa kepentingan partai OPOSISI. Membuat issue ini menjadi sangat klimaks. Makanya ricuh. Sangat disesalkan dpr mengesahkan PAS PSBB DI PANDEMI • 3. Urgensi membuka lapangan pekerjaan itu penting. Tapi MENANGANI KRISIS KESEHATAN KRENA PANDEMI juga penting. Pengesahan uu oleh dpr di pandemi, dilakukan KETIKA JAKARTA PSBB. Harusnya dipikirkan resikonya. Skrng edukasi relawan mengenai “jaga jarak” bagi saya sudah tidak relevan dan efektif. Covid serasa “ga ada” karena gara2 “omnibus” . Saya di lapangan saksi. Sebagian ga patuh protokol demi nentang omnibus. Mosok saya tegur satu2. Hancur sayanya pak haha • 4. Terima kasih. Dan tolong pak. Oknum provokator, pengeroyokan, perusuh segera diproses. Tak pandang bulu itu pihak A B C D E. Dan di evaluasi , kenapa DPR MELAKUKAN PENGESAHAN DI KALA PANDEMI SAAT PSBB PULAAAAAAK 😭

A post shared by Cipeng | TIRTA (@dr.tirta) on

Pertama, ia mengungkapkan rasa kekecewaannya terhadap klarifikasi dari pihak pemerintah terkait UU Cipta Kerja yang dirasa terlambat.

“…Penolakan dan issue omnibus sejatinya sudah ada sejak 5-6 bulan lalu. Karena ‘draft awal ruu’ itu beredar luas sejak beberapa bulan lalu. Harusnya sejak itu, jubir pemerintah (ga perlu pakde) yg membuat klarifikasi penjelasan, jangan nunggu ada kericuhan baru klarifikasi. Tapi yowis telat gpp. Daripada ga sama sekali,” ungkap dr Tirta.

Kedua, ia memberikan tanggapannya terkait dengan pengesahan UU Cipta Kerja di tengah pandemi, yang membuat masyarakat susah.

Halaman: 1 2 3

Rekomendasi

Jreeeng! Polisi Ungkap Biang Kerok Perusuh Demo, Ini Dia

Jreeeng! Polisi Ungkap Biang Kerok Perusuh Demo, Ini Dia

Drama Mikrofon Saat Pengesahan UU Cipta Kerja, Najwa Shihab Terang-terangan Sindir Puan Maharani: Saya Tidak Matikan, Semua Berhak Bicara

Heboh, Najwa Shihab Minta Tolong saat Live Mata Najwa