in , ,

Gelombang Demo-Mogok Nasional Buruh Tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja

Gelombang Demo-Mogok Nasional Buruh Tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja

Buruh satu suara menolak omnibus law UU Cipta Kerja. Ribuan buruh turun ke jalan dan mogok kerja nasional di sejumlah penjuru daerah.

RUU Cipta Kerja resmi disahkan di rapat paripurna DPR di gedung DPR, Senayan, Jakarta, pada Senin (5/10/2020).

Turut hadir dalam rapat Menko Perekonomian Airlanga Hartarto, Menaker Ida Fauziyah, Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar, Menkeu Sri Mulyani, Mendagri Tito Karnavian, Menteri ATR/BPN Sofyan Djalil, dan Menkum HAM Yasonna Laoly.

Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR Supratman Andi Agtas sebelumnya membacakan laporan Baleg terkait pembahasan RUU Cipta Kerja. Pembahasan RUU Ciptaker dilaksanakan dalam 64 kali rapat, termasuk saat masa reses.

Dari 9 fraksi DPR, 6 fraksi menyetujui RUU Cipta Kerja, 1 fraksi, yaitu PAN, menyetujui dengan catatan, sementara 2 fraksi, yaitu Demokrat dan PKS, menyatakan menolak RUU Cipta Kerja.

Atas pengesahan UU Cipta Kerja, serikat buruh akan mogok nasional mulai tanggal 6 hingga 8 Oktober 2020. Sedikitnya 32 federasi dan konfederasi serikat buruh akan bergabung dalam mogok nasional itu. Mogok nasional akan diikuti 2 juta buruh.

“Selain itu, dasar hukum mogok nasional yang akan kami lakukan adalah UU No 39 Tahun 1999 tentang HAM dan UU No 12 tahun 2005 tentang Pengesahan Kovenan Internasional tentang Hak-Hak Sipil dan Politik,” kata Presiden Konfederasi Serikat Buruh Indonesia (KSPI) Said Iqbal dalam keterangan tertulis, Selasa (6/10/2020).

Pada 6 Oktober, buruh mulai menggelar demo dan mogok kerja di beberapa daerah.

Berikut ini gelombang demo-mogok nasional buruh menolak omnibus law UU Cipta Kerja:

Demak: Buruh Gelar Doa, Siap ke Jakarta

Halaman: 1 2 3

Rekomendasi

Omnibus Law Dorong Rupiah, Kurs Jisdor ke Posisi Terkuat Sebulan Lebih

Omnibus Law Dorong Rupiah, Kurs Jisdor ke Posisi Terkuat Sebulan Lebih

Ini Pemicu Kericuhan Saat Demo Tolak UU Cipta Kerja di Bandung

Ini Pemicu Kericuhan Saat Demo Tolak UU Cipta Kerja di Bandung