in

Fungsi Fintech Legal dan Aman Bagi Masyarakat

Cepetan Ambil 5 Bantuan Pemerintah Dibagikan Februari 2021 Cari Namamu Dari HP

11 06 2021

Pinjaman online (pinjol) dari fintech peer to peer (P2P) lending ilegal terus memangsa korban. Jumlah aduan yang masuk ke Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta tercatat melonjak lebih dari 2 kali lipat dalam kurun waktu 6 bulan.

Berdasarkan data LBH Jakarta, ada 4.500 aduan mengenai fintech lending per Juni 2019. Angka ini meningkat Fungsi dari Pinjaman Online, Ini Bedanya Fintech Lending Ilegal dan Legal dari jumlah aduan per awal Desember 2018 yang sebanyak 1.330 aduan.

Di sisi lain, data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut total akumulasi pinjaman online dari fintech lending mencapai Rp41,04 triliun per Mei 2019. Nilai outstanding pinjaman menjadi Rp8,32 triliun. Jumlah penerima pinjol mencapai 8,75 juta orang di periode yang sama.

Anda Bingung Cari Produk Kredit Tanpa Agunan Terbaik? kami punya solusinya!

Pinjaman online dari fintech p2p lending

Korban pinjaman online ilegal teranyar yang sempat viral adalah YI. Wanita asal Solo, Jawa Tengah ini menerima teror bertubi-tubi lantaran tak sanggup membayar utang senilai Rp1.054.000. Parahnya lagi dari tidak tahunya Fungsi dari Pinjaman Online, Ini Bedanya Fintech Lending Ilegal dan Legal, YI menjadi korban dari informasi hoaks yang menyebut dirinya rela ‘digilir’ agar dapat membayar utang. Diduga itu adalah perbuatan perusahaan fintech tersebut.

Masih di Solo. Korban pinjol fintech ilegal lainnya adalah SM. Pinjam duit Rp5 juta, nunggak 2 bulan, tiba-tiba tagihan jadi Rp75 juta. Total uang yang harus dibayar tersebut sudah termasuk biaya pinalti (denda), biaya perpanjangan tenor, serta bunga.

Gila kan, berarti bunga yang dipasang jauh lebih tinggi dari ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Regulator menetapkan bunga pinjaman online 0,05% hingga 0,8% per hari. Bunga 0,8% itu adalah maksimalnya. Kalau hitung-hitungan Fungsi dari Pinjaman Online, Ini Bedanya Fintech Lending Ilegal dan Legal pinjol legal dari kasus SM, jika pinjam uang Rp5 juta, bunga 0,8% (Rp40 ribu per hari). Dalam waktu 2 bulan (60 hari), berarti pembayaran bunga Rp2,4 juta.

Denda keterlambatan masing-masing fintech berbeda. Mulai dari Rp5 ribu sampai Rp40 ribu per hari, tergantung jumlah pinjaman, pembayaran cicilan, serta masa keterlambatan. Ditambah lagi ada biaya perpanjangan tenor dengan besaran berbeda di setiap fintech. Sebagai contoh Fungsi dari Pinjaman Online, Ini Bedanya Fintech Lending Ilegal dan Legal ada fintech lending yang mengenakan 10% dari total pinjaman.

YI serta SM adalah dua dari banyak korban pinjol ilegal. Masih mau pinjam duit di fintech lending abal-abal? Ngeri banget lho. Bunga mencekik, cara penagihannya gak manusiawi. Oleh karena itu, buka matamu, lihat lebih jeli perbedaan fintech lending ilegal serta legal dalam layanan pinjam-meminjam.

Kenali Ciri-ciri Fintech Lending Ilegal serta Legal

Halaman: 1 2 3

Rekomendasi

Maret Tinggal 3 Hari Tapi BLT BPJS Rp 1,2 juta Belum Cair? Pastikan Anda Masuk Penerima atau Tidak

Analisa Ekonomi dari Fintech Akulaku

Cara Dapatkan Bansos Tunai Rp 300 Ribu Februari 2021, Cek dtks.kemensos.go.id, Cairkan di Kantor Pos

Penerapan Fintech Julo dalam Basis Perekonomian