in ,

Beri Bocoran, Mahfud MD: Mungkin Nanti Ada yang Ditangkap, Orang Dekat Pak SBY!

Beri Bocoran, Mahfud MD: Mungkin Nanti Ada yang Ditangkap, Orang Dekat Pak SBY!

Sosok dalang demo penolakan Omnibus Law RUU Cipta Kerja jadi UU Cipta Kerja, hingga kini masih jadi misteri.

Kabar adanya dalang demo penolakan Omnibus Law RUU Cipta Kerja jadi UU Cipta Kerja bahkan dihembuskan langsung oleh pemerintah lewat Menteri Airlangga Hartanto yang berbicara dalam sebuah acara televisi.

Namun, pemerintah sampai saat ini belum menyebut satupun nama dalang demo penolakan RUU Cipta Kerja yang dimaksud.

Meski demikian, dikutip Zonajakarta.com dari Antara, Kepala Badan Komunikasi Strategis (Bakomstra) DPP Partai Demokrat Ossy Dermawan sempat mengatakan tidak benar bahwa aksi dan gerakan besar penolakan omnibus law UU Cipta Kerja pada Kamis (8/10/2020) diinisiasi dan didanai oleh Partai Demokrat atau Cikeas.

“Pernyataan ini perlu disampaikan sehubungan dengan adanya upaya fitnah dan berita bohong yang dilancarkan oleh akun-akun buzzer seperti @digeeembok, untuk mendiskreditkan Partai Demokrat (PD) dan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), terkait aksi besar buruh dan mahasiswa di seluruh Indonesia yang menolak UU Ciptaker pada Kamis 8 Oktober 2020 kemarin,” ujar Ossy dalam pernyataan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat (9/10/2020).

KETUA Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bersama petinggi partai Demokrat lainnya menghadiri kampanye pasangan calon bupati dan wakil bupati di Pilbup Bandung Barat 2018, Aa Umbara Sutisna-Hengky Kurniawan (Akur) di Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu 24 Maret 2018.*/HENDRO SUSILO/PR
KETUA Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bersama petinggi partai Demokrat lainnya menghadiri kampanye pasangan calon bupati dan wakil bupati di Pilbup Bandung Barat 2018, Aa Umbara Sutisna-Hengky Kurniawan (Akur) di Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu 24 Maret 2018.*/HENDRO SUSILO/PR

Kepala Bakomstra DPP Partai Demokrat berpandangan pernyataan ini perlu dibuat semata-mata untuk memberikan informasi yang sebenar-benarnya, dalam rangka memenuhi hak informasi publik yang didasari oleh kejujuran dan asas fair and balance.

Sebab, menurut Ossy, fitnah dan hoaks tersebut juga berpotensi melecehkan aksi kaum buruh, mahasiswa, dan elemen masyarakat lain yang turun ke jalan karena murni ingin menyuarakan penolakan mereka terhadap UU Ciptaker.

Ossy mengatakan DPP Partai Demokrat akan menempuh jalur hukum kepada pihak-pihak yang melancarkan fitnah dan tuduhan yang tidak berdasar terhadap Partai Demokrat tersebut.

Memang benar, Partai Demokrat melakukan penolakan terhadap RUU Ciptaker, sebagaimana yang disampaikan dalam pandangan mini fraksi, tanggal 3 Oktober 2020, dan juga disampaikan dalam Sidang Paripurna tanggal 5 Oktober 2020.

“Sikap berbeda tersebut merupakan hal biasa dalam demokrasi. Sebagaimana partai lain juga melakukan hal yang sama di parlemen, dalam konteks dan masalah yang berbeda,” kata Ossy.

Halaman: 1 2 3

Rekomendasi

Pelajar SMK Nikahi 2 Gadis, sang Ayah Minta Tetap Lanjut Sekolah: Saya yang Kasih Makan Istrinya

Pelajar SMK Nikahi 2 Gadis, sang Ayah Minta Tetap Lanjut Sekolah: Saya yang Kasih Makan Istrinya

Sudahi Aksi Sore Ini, BEM SI Mau Demo Lagi 28 Oktober

Sudahi Aksi Sore Ini, BEM SI Mau Demo Lagi 28 Oktober