in , ,

Bagaimana Omnibus Law Cipta Kerja Genjot Investasi di Tengah Resesi?

Bagaimana Omnibus Law Cipta Kerja Genjot Investasi di Tengah Resesi?
Ratusan buruh menggelar aksi unjuk rasa menentang omnibus law di Jakarta, Senin (20/1/2020). Dalam aksinya mereka menolak omnibus law yang dinilai hanya menguntungkan pengusaha dan investor serta merugikan pekerja di Indonesia. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/nz

Bagaimana Omnibus Law Cipta Kerja Genjot Investasi di Tengah Resesi?

Pemerintah terus mengebut pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja. Pemerintah optimistis, RUU Cipta Kerja nantinya akan mampu meningkatkan iklim investasi di Indonesia.

Jika RUU Cipta Kerja rampung, pemerintah meyakini, banyak perusahaan akan mengalihkan investasinya ke Indonesia. Bahkan pemerintah percaya diri, investasi di Indonesia nantinya bisa mengalahkan Vietnam maupun Myanmar.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartato menyebutkan, hingga saat ini ada 143 perusahaan yang berencana melakukan relokasi investasi ke Indonesia. Perusahaan tersebut berasal dari Amerika Serikat, Taiwan, Korea Selatan, Jepang, dan China.

Untuk menangkap peluang relokasi tersebut, diperlukan peningkatan iklim investasi dan daya saing Indonesia. Salah satu strategi pemerintah adalah dengan segera merampungkan dan mengesahkan RUU Cipta Kerja.

Airlangga menyampaikan, pembahasan RUU Cipta Kerja sudah dalam tahap finalisasi dan mencapai 90%.

“Melalui RUU Cipta Kerja, diharapkan ada peningkatan penciptaan lapangan kerja, peningkatan kompetensi, kesejahteraan pekerja, peningkatan produktivitas kerja, dan peningkatan investasi,” ujar Airlangga dalam HSBC Economic Forum pada pertengahan September lalu.

Menteri BUMN Erich Thohir sebelumnya mengatakan, RUU Cipta Kerja menawarkan banyak kemudahan bagi investor untuk berinvestasi di Indonesia. Salah satu kemudahan yang diberikan dalam bentuk percepatan perizinan dan penggunaan tanah.

“Kalau ini memang diloloskan, kita akan melihat bagaimana persaingan investasi kita tidak kalah dari Vietnam dan Myanmar,” ujar Erick dalam webinar Transportasi Sehat Indonesia Maju beberapa waktu silam.

Bersambung ke halaman selanjutnya.

Namun, tidak mudah bagi Indonesia untuk mengalahkan Vietnam dalam menarik investasi asing. Selain RUU Cipta Kerja, hal lain yang dianggap penting untuk menggiring investasi masuk secara besar-besaran adalah dengan memberikan stimulus pajak atau cukai dan memperluas cakupan industri yang bisa mendapatkan.

Halaman: 1 2

Rekomendasi

Telegram Kapolri Larang Demo Buruh: Demi Keselamatan Rakyat

Polri Patroli Siber Info Demo Besar UU Ciptaker 6-8 Oktober

Polri Patroli Siber Info Demo Besar UU Ciptaker 6-8 Oktober